Di Lingkar Api

di lingkar api
Di Lingkar Api

Ada banyak perkara di dunia ini yang membuat orang berdiri pada sisi hasil nyata maupun mimpi. Tak terkecuali dengan Bu Samsuti berserta anaknya yang masih kecil.
Berawal dari seringnya berbuat sesuatu yang jauh dari amal kebajikan sehingga mimpi itu datang dengan mengerikan.

Jarum jam di kamarnya menunjukan pukul sembilan malam. Bu Samsuti yang baru pulang dari hajatan di rumah teman lamanya, ia langsung membaringkan tubuh di tempat tidur karena dirasanya seluruh persendian pada pegal setelah sebelumnya seharian sibuk dengan toko kelontong milik ia sendiri.

Wanita cantik berumur 32 tahun tersebut langsung memejamkan kedua mata karena rasa kantuk teramat sangat, sementara si kecil sudah terlelap duluan dalam gendongannya yang super sibuk dalam kesehariannya itu.

Semenjak ditinggal suaminya ke alam bakha, Bu Samsuti meneruskan usaha toko kelontong rintisannya bersama sang suami semasa hidup. Sepintas, tidak ada yang aneh saat Bu Samsuti berjualan, dia melayani para pembeli dengan semestinya seperti pada toko-toko di tempat lain, akan tetapi dibalik itu semua ternyata Bu Samsuti sering melakukan kekeliruan (tepatnya kecurangan) pada ukuran atau timbangan untuk barang yang ia jual.

Awalnya sekali dua kali wanita itu mengurangi isi timbangan pada gula pasir, terigu dan yang lain. Hal tersebut kemudian berlanjut tatkala tidak ada protes dari pembeli kepada dirinya.
Ya, setiap kali Bu Samsuti membungkus terigu dan barang dagangan yang lain, ia selalu mengurangi kadar beratnya, mula-mula ia kurangi 1/2 ons, kemudian dia lanjutkan dengan pengurangan hampir 1 ons di setiap bungkus.

Kenapa Bu Samsuti bisa melakukan hal pengurangan itu dengan mudah dan tak khawatir dengan akibatnya? Sebab di toko miliknya itu hampir setiap saat selalu ramai oleh pembeli sehingga mereka yang berbelanja tidak sempat memperhatikan timbangan pas atas barang yang dibelinya, ditambah lagi yang belanja kebanyakan ingin cepat mendapatkan barang keperluannya karena harganya yang lumayan miring.

"Enak juga kalau terus seperti ini, barang dagangan laris, dapat untung besar, mereka tidak tahu kalau timbangannya kurang 1 ons," ucapnya sembari terus membungkus tepung terigu yang sudah ia timbang.
Dengan wajah sumringah Bu Samsuti berkhayal bahwa 25 kg tepung terigunya dia bisa mendapatkan untung puluhan ribu rupiah.

Seperti itulah yang Bu Samsuti lakukan dalam keseharian dengan dagangannya. Dia tak pernah tahu jika suatu saat nanti pasti mendapatkan sesuatu berbalik dari apa yang dia lakukan.
"Ughhh...," tubuhnya menggeliat, matanya memicing melihat jam dinding, lantas melanjutkan tidurnya kembali, sementara si anak yang di sampingnya masih tertidur pulas.

Menjelang tengah malam, Bu Samsuti masuk ke sebuah alam mimpi. Tubuhnya tampak gontai beekeringat deras dengan pandangan kebingungan.
Bersama sang anak, wanita itu terus berjalan menapaki debu, kerikil dan bebatuan tajam menuju ke suatu tempat.
Entah apa yang dicari perempuan tersebut, ia terus saja melangkah meski kakinya terseok.

Wanita bernama Bu Samsuti itu berhenti di sebuah ujung jalan dengan dada bergemuruh dan pikiran tak habis mengerti. Ia menoleh ke sekeliling, dia terperanjat! Api itu, dekat tempatnya berdiri tiba-tiba muncul bola-bola api yang terus menyebar dan mendekatinya beserta si anak, api itu mengepung dia hingga seperti sebuah lingkaran bara nan panas.

Bu Samsuti kalang kabut, begitu juga anaknya yang menjerit-jerit kepanasan.
Dalam sekejap api menyambar dan seperti membungkus tubuh Bu Samsuti beserta anaknya. Erangan dan tangisan dari keduanya laksana berperang dengan gemeretak api melalap yang ada.
"Ugh ugh..." wajahnya tegang, persendiannya serasa hendak copot. Bu Samsuti terbangun dengan jantung berdegup kencang.
Ketakutan tampak jelas di raut mukanya yang kini kusut. Tubuhnya gemetaran, bayang perbuatannya yang curang dalam berdagang berulang kali menamparnya, ia pun tersedu dalam rasa penyesalan. (*/id)

Cerita lain, Badai dan Ibu Penjual Kue.

Recent Posts

Comments

Responds for "Di Lingkar Api"

ANGGA CF
23 Nov 2016 - 20:19

kerenn mba

Diedie kasma
23 Nov 2016 - 22:49

Boleh juga nih mbk artikelnya, kapan2 mampir ya mbk, suatu kebanggaan pasti ny

si otong
24 Nov 2016 - 04:13

ternyata cuma di mimpinya ibu samsuti grin

New comments are closed because the post has been more than 14 days.

Navigation

Category

top.nextwapblog.com
Powered by NextWapBlog.com